Save info   Get password
Home Submit your blog Edit Account Rules RSS-Archive Contact


Ekonomi ala sopir angkot
2007-03-26 08:11:00
Sebagai orang sekolahan kadang kita lupa kalau siapapun bisa menjadi murid dan guru pada saat yang bersamaan. Masih dengan topik yang menarik perhatian saya akhir-akhir ini yaitu ekonomi transportasi.Suatu sore dalam perjalanan pulang menuju stasiun Bogor, seorang sopir angkot memaparkan persoalan ekonomi kepada saya dalam bahasa yang sederhana. Dalam bahasa ekonomi, apa yang dibicarakan oleh sopir itu tidak lain adalah opportunity cost, scarcity dan price equilibrium. Inilah ringkasannya.opportunity costMenjadi sopir angkot bisa jadi cukup menjanjikan (sebelumnya). Namun bagi beberapa orang, menjadi sopir angkot adalah pilihan terbaik yang ada. Dengan kata lain, opportunity cost profesi lain tidak sebanding dengan peluang yang disediakan jika memilih menjadi sopir angkot.Kelangkaan dan ekuilibrium hargaSalah satu keluhan dari sopir angkot adalah kelangkaan relatif jumlah penumpang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah angkot yang sedemikian pesatnya. Dampaknya jelas yaitu mening


Train Diaries
2007-03-15 04:57:00
For some reasons, I still use public transportation such as train anywhere I go including to work. First, I have neither a car nor a motorcycle; second, train offers cheap ticket and relatively fast compared to other means of transportation; and third, it brings me an advantage of immersing myself to the life of economy class’s people in this city.Suddenly, I remembered an inspiring movie I watched during the beginning of my study in Holland. It was a movie about young Che Guevara with his friend, Alberto Granado, traveled across Latin America using motorcycle, “Motorcycle Diaries ”. The movie was invigorating, for me, because the trip had opened their mind of what happened in the reality of Latin America. And the reality was far from what the story told in the books.In one scene, Che met a community consisted of two groups who lived separately. The reason was one group was in poor health so in order not to spread the disease to the others, one had to be exiled to the island in fr
Read more: Train

Bogor tanpa angkot
2007-03-08 05:15:00
Bogor terkenal dengan bermacam julukan seperti kota pensiunan, karena banyak pensiunan (terutama dari jakarta) yang memilih menghabiskan masa tua di Bogor. Ada lagi julukannya yaitu kota angkot, saking berjubelnya angkot di jalanan kota. Sebagai salah satu transportasi publik yang tersedia di dalam kota, angkot menjadi masalah tersendiri karena menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di jalan. Mungkinkah Bogor bebas dari angkot?Hampir setiap hari saya menggunakan angkot untuk mengantar dari stasiun Bogor ke tujuan di daerah SBJ (kependekan dari sindang barang jero). Ada banyak pertanyaan menarik dari observasi singkat ketika menunggu angkot dan melihat angkot berebut penumpang di sekitar Jembatan Merah. Kebanyakan angkot yang ngetem (menunggu penumpang) ternyata tidak penuh terisi penumpang, sekitar 3-7 orang saja dan sepanjang perjalanan pun si-angkot hanya beberapa kali saja menaikkan penumpang. Kadang sampai di tujuan, penumpang tinggal seorang saja, seperti yang sering


Queue… please!
2007-02-20 10:39:00
Very recently, we saw some queue drama. People get in line for having cheap rice from market operations (MOs) held by BULOG. The rice price climbed to more than Rp 5000 after flooding inundated Jabotabek area several weeks ago. This is not the end of the story, hundred hectares of new planted paddy field area were also flooded hence the farmers need to replant with a new seed, another costs for the farmers.Then rice was suddenly missing from the market, some said that the stock was channeled to Jakarta as a first priority. Well, it happens many times where Jakarta is prevented from instability especially from economic shocks. Hence the government undertakes MOs to stabilize the price. What happened with the price?The rice price is reluctant to fall even though MOs have been held regularly in many places. The rice is always sold out although many people stand in line, and some of them end up with an empty hand. Is the rice not enough? Or those who need rice are many?Maybe there are nume
Read more: Queue

Bayangan indah globalisasi...
2006-12-07 16:37:00
Baru-baru ini indeks globalisasi dirilis ke enam kalinya oleh majalan Foreign Policy bekerjasama dengan A.T. Kearney Inc (here and pdf). Menariknya dari laporan tersebut, negara-negara yang tercatat sebagai 20 besar teratas dari 62 negara yang diukur, mewakili beberapa negara sedang berkembang antara lain negara Eropa timur seperti republik Ceko, Slovenia dan Hungaria. Dua negara Asean yaitu Singapura menempati posisi teratas dan Malaysia berada di urutan 19 negara ter-global. Dimana posisi Indonesia? Tidak berubah dari posisi dari tahun lalu, kita masih berada di urutan ke-60.Globalisasi adalah sebuah fakta yang tidak bisa dihindari. Jargon bahwa globalisasi membuat jarak semakin dekat dan dunia semakin kecil tampaknya mendekati kenyataan. Tidak mengherankan penggunaan internet merupakan indikator penting dalam dimensi koneksi teknologi. Internet dalam beberapa hal sangat berperan dalam pengurangan jarak diantara belahan dunia. Secara ekonomi, globalisasi diartikan sebagai integrasi p


land question: access to the land
2006-12-06 19:08:00
In responding to Peter Timmer in Jakarta Post (here), I would comment on his point on the lack of agriculture land. Since the debate of rice economy mainly discusses who should play a role in food policy, the market or the state? Let step aside from it and look back to farmer’s household having tiny plot of land. What is wrong with that? It is argued that small plot brings lower yield regardless the productivity probably be higher with advance investment. It is true though. But this is not the farmers’ fault having small plot of land.The land has been distributed bias toward large capitalist farmers. Since they have more resources (capital, labor etc), they are able to accumulate the land and leaving other peasants with small plot of land. Many peasants are also left from agriculture sector and becoming rural wage labor (see Lenin)My point is the access to the land is still problematic coupled with imperfect information and interlinked market. Some poor farmers do have a dream to e


Saatnya individualisasi aset...
2006-11-08 09:56:00
Minggu-minggu ini berita kedatangan De Soto ke Indonesia (red. Jakarta) telah menimbulkan kehebohan tersendiri. Bukan hanya isu seputar pengangkatan dirinya sebagai konsultan ekonomi SBY (tentu saja harganya selangit) tetapi juga aliran pemikiran yang ditawarkan menjadi perdebatan.Lalu kemudian kita bertanya, apakah sudah saatnya aset-aset orang miskin di privatisasi seperti disarankan oleh De Soto dalam beberapa publikasinya?Kita tahu bahwa aset bagi kaum miskin adalah sebuah berkah. Dalam konteks ini aset yang akan dibicarakan adalah tanah. Asumsinya tanah dalam status yang tidak jelas mengharuskan intervensi (salah satunya dengan sertifikat) agar aset tersebut bernilai di pasar.Masalah lain, akses terhadap tanah dipengaruhi oleh banyak faktor terutama faktor sosial budaya yang mengatur bagaimana suatu masyarakat memperoleh akses terhadap tanah. Di wilayah ini yang lebih dominan adalah hak milik bersama (communal property) dibandingkan kepemilikan individu.Ternyata kepemilikan bersam


Land certificate or Land insecurity?
2006-11-02 14:44:00
It is a common view among rank and file that there is a sense of insecurity dealing with an individual land transaction. This is because the transaction is just equipped with the land release letter and in some cases the letter isn’t secure enough to defend from other claims for instance another buyer who had the same letter for the same plot of land. The notion of double sales is also important to reveal since it operates through two ways. First, the land sellers didn’t consult their decision to sell the land with the other families and second, due to poor records, the village head re-issued the letter for the same plot. In addition to that another dimension of insecurity was not only because of double sales, but also amid the process of issuing land certificate by BPN. As experienced by some buyers who applied for land certificate, they were ended by waiting their application for more that a year. There is a feeling of insecurity when the original released letter was submitted t


Privatization of the land: will it lead to land security?
2006-07-10 22:17:00
Land tenure is argued has a link with land security . It is why many believe that private land tenure provides more security than customary land tenure. This brief argues that private land tenure is not necessary applied in every situation; customary land tenure has an equal importance as individual land tenure. Securing individual land tenure might not be achieved through getting a land certificate; many conditions influence the land security. In the context of Indonesia, the issue of land security is important despite the fact that the country is land and natural resources’ abundant. The access to the land is associated with security of access in terms of ability to get livelihood on the land as well as providing food security. In addition the land as a capital plays a role to access the credit in the financial market. Therefore the lack of security of property right over the land is an indication the difficulties encountered by poverty reduction program. Realizing the importance of


Beyond land security: private or communal right?
2006-05-21 21:24:00
Land tenure security becomes major importance in developing worlds. I choose this issue in the context of Indonesia that the country is well known of land and natural resources abundant. Those resources become invaluable if the policy makers fail addressing the potential of the resources especially land resource. The importance of this issue suggests that land must be secure enough in order to allow the owner to invest in their land and participate in the market as further result improved economic growth. Realizing the important of such issue, the parliament has already passed a decree regarding to agrarian reform and natural resource management in 2001.Land ownership is diverse across Indonesia because of the cultural difference of the people who living in different islands and even characterized by language diversity. Those systems are resulted in different ways to access land in the society. Some are likely to have private ownership and the others are communal ownership and the comb


Forest Property Right in Indonesia: Discussion and Conclusion
2006-05-03 12:55:00
It has been argue above that both approaches recognized state property right over forest resources but have different point of view. CBA view state property right enforces the process of social differentiation that leads to depeasantinization. As the result, CBA would see the workers as a social class, encounter the worst impact of capitalism in forestry sector compared to concession holders, capitalist class, who get much surplus. In the other hand, NIE has different view that property right is seen as a way to reduce transaction costs. State property right should be chosen because state can be external guarantor in order transfer and exchange is possible (Stein, 1994: 1834). NIE emphasizes the objective of property right is to improve market allocation. In terms of actor involved in forest management, CBA sees that only private sector involved in forest management because state acts to support capitalist interest. on the contrary, NIE would argue that no matter of parties involved in
Read more: Forest , Right , Indonesia , Discussion

Forest Property Right: Class-Based Approach
2006-05-03 12:54:00
Class based approach (CBA) defines path of agrarian transition, class formation and social differentiation (Kay, 2005). The transition is based on capitalist relationship of production and surplus value of production. In this relation livelihood of people is highly determined by ownership and effective control over productive resources, the means of production, that is land, variable inputs, instruments of production and machines (Ellis, 1993: 47). Therefore social relation of production will explain clearly how relation of serf-feudal lords and capitalist-the workers. From that point of view, capitalists who have control over means of production would also control other social class’ live (serf, the workers). It means that they must work for another social class (feudal lord, the capitalist) to get their livelihood. In the relation of production, social reproduction is needed to maintain a society to renew itself overtime (Ellis 1993:49). It can take form of simple reproduction, whi
Read more: Forest , Right

New Institutional Approach to Forest Property Right
2006-05-03 12:52:00
II. New institutional approach (NIE) has been a path-breaking approach to the understanding of capitalism (Ankarloo, 2002). NIE has significant contribution because it attempts to make neo-classical economics more historical, realistic and social in its approach. That is why institutions become important to reflect an idea of well-functioning market economy will work if institutional framework is effective. In the NIE point of view, institution exists as a means of reducing transaction and information costs (Stein 1994:1835). The theory assumed that market is imperfect and information is asymmetric in the case that price information on particular product is received differently between the buyers and the sellers. Consequently NIE explains rationality arising out of asymmetric information is bounded depend on information that each parties have. It assumed that market is not working perfectly because of misallocation of resources. In that case, the role of institution is to provide str
Read more: Forest , Right

On Sachs: The End of Poverty
2006-04-28 20:00:00
Sachs laid his argument on some elements as follows. First, lack of effort to provide basic needs such as health, water sanitation, and food in developing countries. Sachs believes it is somewhat practical but rich countries did fewer investments to provide it. Second, isolation comes from specific circumstances such as geographic, climate, soil so that people can’t get developed rapidly. In addition, some of them were also neglected being involved politically, economy, international market and trade. Third, the way to perceive development has to be changed by diagnosing problems, reducing generalization and doing it case-by-case analysis. Fourth, the LDC countries need for resources for development by increasing development aid and setting up proven technology. It is quite paradoxial that only smaller amount of aid i.e. 6¢ from US to Africa in 2002.[1] This brings to the fifth point; to enable people by giving adequate resources to do so. This is done by reallocating funding within
Read more: Sachs , Poverty

Forest Property Right in Indonesia: Introduction
2006-04-20 21:09:00
Forest has been acknowledged as state property right in Indonesia since Dutch colonial era in the early 19th century (McCarthy 2000b). It was based on forest destruction that happened in Java in 1808 hence colonial bureaucracy would manage trees, land and labor. In that era, land was made available for sugar, tea, rubber and coffee production. Colonial authority was also encouraging private investment in agriculture plantation. Agrarian act of 1870 thus facilitated this by taking all land that were not certified under state property right. After Indonesia independence, the important standpoint is in 1967 where Foreign Investment Act no.1 and Forest Law No.5 were passed, enabling the large-scale exploitation of forest resource (Peluso and Harwell, 2001; McCarthy 2000a, 2000b). The law stated in article 5 that all forest in Indonesia territory including resources upon it are belong to the state. State is also given authority to confirm and control planning, functioning, supplies and uti
Read more: Forest , Right , Introduction

Who’s the boss in a train’s musician group?
2007-04-05 12:02:00
My friend have told me that riding the train everyday makes you meet the same passenger, street-traders (asongan), beggars as well as train’s musicians. This comes to my observation, a train’s musician group who attracts my attention every time they play. They play good dangdut music, skillful as well as serious (they carry all heavy electric equipments). The group’s name is Yunita group as it is written in every property they carried. What makes me interested in observing this group? Once, I saw them arguing each other in front of passengers, some women were scared if the fight really happened. It was over after somebody (later I know him as a group’s leader) made them calm down. Yeah, I missed their show that day.My question after this fight was who’s the boss? This brought me to observe and conclude the roles of each personnel in the group based on what he/she carry and/or play. The group consists of several personnel based on instruments they play namely rhythm guitar, ba


Dilema korban lumpur panas sidoarjo
2007-04-26 10:58:00
Ada yang mengusik pikiran saya ketika mengikuti perkembangan kasus penuntutan ganti untung korban lumpur Lapindo. Intinya para korban, terutama yang akhir-akhir ini berdemo di Jakarta meminta ganti untung penuh (GUP). Sedangkan pemerintah memutuskan untuk memberikannya secara bertahap seperti korban lumpur terdahulu dengan komposisi 20% dibayar dimuka. Disinilah letak dilema korban lumpur, antara menerima usulan ganti untung bertahap (GUB) atau bertahan dengan tuntutan ganti untung penuh? Situasi korban lumpur tampaknya mirip situasi dalam dilema tahanan (prisoner’s dillema). Singkatnya, jika ada 2 tahanan yang diinterogasi secara terpisah, mereka menghadapi dilema apakah sebaiknya mereka ‘mengaku’ atau ‘tidak mengaku’. Jika salah satu tahanan mengaku sedangkan tahanan lain bungkam, maka hukuman maksimal hanya dijatuhkan kepada tahanan yang bungkan sedangkan tanahan yang mengaku, dibebaskan dari tuduhan. Sedangkan jika keduanya mengaku maka keduanya akan mendapat hukuman yan
Read more: Dilema

New record for deforestation
2007-05-10 12:40:00
How much the annual lost of Indonesian forest is remains debatable. Recently, FAO released data on deforestation which submitted to Guiness Book of Records (GBoR) mentioned Indonesia as the fastest forest destroyer in 2007 (here). Forest has been lost about 1,9 million hectares annually or 2 percent of the remaining 2005 forest, according to FAO. But everyone seems pointing government who solely responsible for the lost of forest which I think it is not necessary so.Deforestation doesn’t just happen anyway. Many factors have been argued to be the root cause of deforestation (see here). Two of them are the growing demand of commercial commodity for instance palm oil plantation. Second, timber demand has contributed to deforestation in many ways.Therefore blaming just GoI may ignore the fact that there are other explanations on why forests are dissapearing? On economic point of view, demand on commodity has affected resource allocation and to overcome problem like deforestation, reduci


the struggle over the land
2007-06-01 02:15:00
It has been quite a while my attention in this blog swing to other topics. Now, I am trying to go back to my initial interest when I wrote this blog at the first time. The land is back on the agenda.Escalation over dispute land has resulted in several tensions and losses as well. Very recently, four natives were killed in Pasuruan when they were head to head with Navy soldier (here). Before this, a high populated area in Meruya has been claimed by both PT Portanigra and hundred of people who hold official land certificate from national land board (BPN) (here). If the land is so important for the people, the question is why have there been little significant efforts to resolve this problem?The patterns in the past have shown that the interests of capitalist were often hand in hand with the state in the way to appropriate land from the people (see my posting here). It was also common the use of military personnel to secure such interest besides military institutions were benefited from l


Death ritual in Indonesia
2007-06-01 01:53:00
Ada yang sama ketika membicarakan upacara kematian baik itu di kota maupun di daerah terpencil di Indonesia yaitu kematian adalah suatu yang sakral sehingga ada banyak upacara yang mengiringinya. Saya ingin menceritakan upacara kematian di metropolitan Jakarta dan membandingkannya dengan upacara yang sama di kepulauan Tanimbar, sebuah kepulauan terpencil di utara kota Darwin, Australia. Terlepas dari faktor agama yang menjadi anutan masing-masing umat, keduanya mengarah pada fenomena yang sama, yakni peringatan upacara kematian selama beberapa hari dan menurut saya berlebihan. Di sebuah kampung urban di Jakarta, kematian diperingati selama 7 malam tahlilan berturut-turut. Setiap malam, undangan yang datang disuguhi makanan/minuman selama prosesi bahkan pada malam tertentu tamu diberikan paket (nasi+lauk pauk) untuk dibawa pulang sedangkan pada malam lain hanya berupa kue saja. Saya melihat sendiri bagaimana kesibukan yang dilakukan keluarga yang ditinggalkan dibantu oleh beberapa


Mimpi Sepak Bola Indonesia
2007-07-16 04:50:00
Saya tidak suka bola, dan tulisan ini saya buat dengan perspektif tersebut. Ada yang membuat saya bangga sekaligus heran ketika menyaksikan gempita kemenangan tim nasional atas FC Bahrain disambut dengan decak kagum, kemudian seketika timbul kegeraman-yang untuk beberapa kalangan seakan berlebihan- ketika tim nasional dikalahkan oleh FC Arab Saudi.Saya merasa bangga karena kemenangan yang diraih adalah buah dari suatu kerja keras. Sudah lama kita menunggu dan bermimpi akan memiliki satu tim sepakbola yang diandalkan dan dibanggakan. Kemenangan dengan FC Bahrain menunjukkan hal ini. Belum pernah rasanya gelombang dukungan mengalir untuk kesebelasan nasional sebelumnya, bahkan SBY pun bersedia duduk di podium yang sama untuk menonton laga kedua.Sayang, laga kedua timnas kalah dari FC Arab Saudi. Kegeraman beberapa pihak atas kinerja wasit saya pikir berlebihan. Seandainya timnas tetap menang dengan wasit yang 'dianggap' berat sebelah, akankah kita protes? Mudah-mudahan menyalahkan wasi
Read more: Indonesia

Permen, Formalin dan Perdagangan Internasional
2007-08-04 09:58:00
Makanan (permen, pasta gigi dan kosmetik) mengandung formalin dan bahan berbahaya dari China menjadi berita panas di Indonesia (disini, disini dan disini). Pemerintah Indonesia diminta mengawasi dan melarang impor makanan dari China. Tidak kurang akal, otoritas pengawas makanan di China membalas dengan melarang impor produk makanan Indonesia (disini).Pelajaran apa yang bisa dipetik dari fenomena ini?#1 dalam perdagangan, prinsipnya saling menguntungkan. Jika pedagang A melarang memperdagangkan produk pedagang B maka B akan membalas tindakan yang sama terhadap produk A#2 Pemerintah negara yang bersangkutan harus kreatif untuk mencari pasar baru bagi produk yang dilarang dan/atau mengawasi dan memperbaiki kualitas produk ekspor dari lini produksi sampai distribusi#3 Seandainya menembus pasar baru sulit dilakukan, pilihan paling mudah adalah renegosiasi terselubung. Model penyelesaiannya di bawah tangan ini akan menghasilkan kesepakatan perdagangan tetap terjalin diantara kedua negara wal


Kenapa saya belum meng-konversi minyak tanah ke gas LPG?
2007-08-09 11:07:00
Untuk alasan praktis dan cenderung konservatif sejak awal berumahtangga, saya menggunakan kompor minyak tanah. Saat ini pemerintah memperkenalkan program konversi minyak tanah ke gas dengan alasan pengurangan penggunaak BBM yang pada akhirnya mengurangi subsidi pemerintah terhadap minyak tanah (disini). Minyak tanah adalah produk yang mendominasi besaran subsidi, sekitar 75% (disini). Ada beberapa alasan kenapa saya memilih menggunakan minyak tanah: #1 harga terjangkau, termasuk infrastruktur pendukung seperti kompor tersedia cukup banyak di pasar #2 mudah diperoleh, di sekitar tempat saya tinggal minyak tanah bisa dibeli di warung, toko ataupun penjaja minyak keliling. Salah satu keuntungan membeli minyak pada penjaja keliling adalah harganya lebih murah dibandingkan membeli di warung. Kapan-kapan kita ulas kenapa ini bisa terjadi. #3 aman digunakan, pemakaian minyak tanah secara relatif beresiko lebih kecil dibandingkan pemakaian gas. Tetapi saya mulai berpikir seandainya s


Jalur Normal Membuat SIM
2007-08-07 22:00:00
Ketika membuat SIM (surat izin mengemudi), banyak yang sengaja memilih menggunakan jasa calo (yang biayanya lebih mahal) dengan alasan agar SIM lebih cepat jadi. Akan tetapi melewati jalur normal tidak selambat yang dikira banyak orang. Ini pengalaman saya membuat SIM di salah satu kantor polisi di wilayah jabodetabek dengan memakai jalur normal. Pertama-tama, saya harus melakukan cek kesehatan yang berlokasi disalah satu bagian di kantor kepolisian tersebut. Tanpa saya harus diperiksa, saya langsung diminta membayar Rp 20 ribu, opps! Selanjutnya, dengan membawa kuitansi dari bagian kesehatan saya pergi ke loket pembelian formulir SIM di bank dan membeli asuransi pertanggungan kecelakaan selama 5 tahun. Tertulis jelas di kaca loket: SIM baru=Rp 75 ribu; SIM perpanjangan=Rp 60 ribu; demikian juga asuransi dipatok pada harga Rp 15 ribu. Sampai tahap ini saya sudah menghabiskan Rp 110 ribu.Setelah formulir diisi dengan lengkap, saya serahkan semuanya dibagian pendaftaran untuk menunggu
Read more: Normal

keadaan darurat untuk kebakaran hutan
2007-08-26 01:46:00
sebuah berita menarik dari media Indonesia (disini)Yunani, Sabtu waktu setempat, mengumumkan negara dalam keadaan darurat, seiring jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan yang paling tidak mencapai 49 orang....."Hari ini adalah hari berduka. Ini adalah tragedi nasional," kata Karamanlis, Sabtu pagi, setelah pertemuan di Kota Sparta, Peloponnese.sumber (disini)kapan ya, pemimpin bangsa Indonesia mengumumkan keadaan serupa ketika bencana ekologis kebakaran hutan kerap terulang? salah satu contohnya ini kejadian terakhir.


Orang miskin (tak) layak dibela
2007-09-02 08:53:00
Coba simak pendapat wakil rakyat berikut dalam menyikapi dua isu yang berbeda, keduanya dikeluarkan dalam waktu yang tidak jauh berbeda.A. konversi minyak tanahKetua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Agung Laksono pada kesempatan jumpa pers di kantornya (27/8), menilai pemerintah telah gagal. ...Pemerintah dipandang tidak mampu mengantisipasi keterkejutan masyarakat karena minyak tanah yang telah membudaya sejak lama menjadi bahan bakar andalan akan tergantikan oleh gas. ...Selain itu, Agung juga meminta agar semua kalangan turut mendukung suksesnya kebijakan konversi ini. Dia menyayangkan adanya sejumlah oknum yang memanfaatkan situasi sulit seperti ini demi keuntungan pribadi.B. tarif jalan tolDPR mendukung gugatan class action masyarakat dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) atas keputusan pemerintah menaikkan tarif tol....class action merupakan salah satu jalan bagi publik untuk mencari keadilan. "Class action untuk menuntut pembatalan kenaikan tarif tol itu tidak bisa
Read more: Orang

Ganyang Malaysia...
2007-08-30 21:25:00
Rame-rame ngomongin pemukulan wasit karate di Malaysia (disini), iseng-iseng browsing di google dan ini hasilnya:224,000 hasil penelusuran untuk malaysia "illegal logging". (0.12 detik) 185,000 hasil penelusuran untuk malaysia tki. (0.10 detik) 62,800 hasil penelusuran untuk malaysia wasit indonesia. (0.16 detik)49,100 hasil penelusuran untuk malaysia ambalat. (0.32 detik)16,500 hasil penelusuran untuk ganyang malaysia. (0.06 detik)Hasil pencarian ini menunjukkan skala dan kerumitan masalah yang dihadapi dalam hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia. Kalau bicara siapa salah apa, saya kira kedua negara sama-sama menyumbang terhadap munculnya masalah tersebut. Sekarang pilihannya adalah ketegasan kedua belah negara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tertunda. Penyelesaian jalur hukum harus dikedepankan dengan mendorongnya melalui jalur diplomatik kedua negara. Jika tidak diantisipasi dengan segera, anarki masyarakat yang berkedok nasionalisme untuk "menggayang Malaysia" bi


(jangan mengganggu) orang berbuka puasa
2007-09-19 08:28:00
Bulan puasa diyakini banyak memberikan berkah kepada penganut yang menjalankannya. Tidak hanya dalam aspek religius, bulan puasa ikut menarik kegiatan ekonomi yang unik dan semarak khususnya hanya di bulan ini seperti pasar kaget ramadhan, tempat usaha dadakan di pinggir jalan yang menyediakan menu berbuka puasa yang bervariasi dll.Ada yang menarik sewaktu saya melintasi sebuah kampus universitas swasta di daerah lenteng agung, ketika tiba waktu berbuka puasa sekelompok mahasiswa (dan mahasiswi) berdiri di tengah jalan sambil membawa spanduk "buka puasa gratis" dan membagi-bagikan air mineral. Secara aturan berlalu lintas, hal ini membahayakan baik kepada kelompok mahasiswa tersebut ataupun pengemudi kendaraan yang lewat. Walaupun secara niat dan maksud kegiatannya baik, sepertinya agama Islam sendiri tidak mengajarkan untuk melakukan kebaikan dengan mengakibatkan gangguan bagi orang lain. Saya kira, mereka cukup mendirikan tenda di pinggir jalan dan tidak perlu memperlambat laju lalu


happy ied mubaraq
2007-10-11 09:29:00
I wish you all happy ied mubaraq,Selamat Idul Fitri 1428 H,despite all the difference we had, let's make our world betterso we can live in peace and harmony


tentang corporate social responsibility
2007-10-04 11:08:00
Ini pengalaman saya melakukan assessment pada sebuah perkebunan kelapa sawit di Sumatra. Dalam assessment itu, perusahaan ingin mengetahui bagaimana dampak sosial akibat beroperasinya perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada konsumen, pemegang saham, masyarakat bahkan kepada lingkungan (bumi). Serba serbi CSR bisa dilihat disini.Bicara mengenai perubahan sosial adalah ladang perdebatan karena tiap orang memandang perubahan dari sudut pandang yang berbeda. Dan itulah yang terjadi ketika tim mempresentasikan hasil temuan penilaian dampak sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa investasi skala besar membawa perubahan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitarnya. Setidaknya, masyarakat mengenal cara baru bertani dimana sebelumnya hanya mengenal perladangan dan kebun karet rakyat.Disisi lain, perubahan ekonomi bukanlah satu-satunya perubahan yang terjadi. Relasi sosial antara masyarakat dan sumber daya ikut berubah. Contohnya konversi lahan menjadi kebun kelapa saw
Read more: corporate

Page 1 of 2 « < 1 2 > »
eXTReMe Tracker