Owner: Indonesian News URL:http://plinplan.com/ Join Date: Sun, 23 Sep 2007 17:08:14 -0500 Rating:0 Site Description: For latest indonesian news with full rss feeds. Site statistics:Click here
Beri Ijazah 17 Praja, Berkas Nyoman Diserahkan ke Kejaksaan 2007-10-29 03:11:48 Bandung - Setelah empat bulan tertahan di Polda Jabar, berkas kasus mantan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi, diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jabar, Senin (29/10/2007).
Nyoman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberian ijazah tanpa hak kepada 17 praja IPDN bermasalah serta menghalang-halangi proses penyidikan kasus kematian Cliff Muntu.
Berbeda dengan tiga tersangka lainnya dalam kasus Cliff Muntu, yaitu Lexie M Giroth, Iyeng Supandi dan Obon, pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan terhadap Nyoman.
Menurut Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Happy Hadiastuti, Nyoman tidak ditahan karena pihak kuasa hukum melayangkan surat penangguhan penahanan.
“Lagipula di kepolisian pun, Nyoman tidak ditahan. Kami hanya meneruskan proses hukum. Kalau Lexie kan di Polda nya juga ditahan. Selain itu baik kuasa hukum dan keluarga menjadi penjamin,” ujar Happy kepada wartawan di ruang kerjanya, kantor Kejati, Jalan RE Martadinata, Senin (29/10/2007).
Happy mengatakan Nyoman didakwa
SBY Sentil Bendera Ormas 2007-10-29 03:11:46 Jakarta - Kibaran bendera, umbul-umbul dan spanduk merupakan ciri khas setiap kegiatan yang digelar ormas dan orsospol. Jumlahnya bisa mencapai ribuan lembar dan dipasang di sekitar lokasi selama acara berlangsung.
Saat membuka Munas VIII FKPPI, Presiden SBYdalam sambutannya menyentil kebiasaan itu. Menurutnya lebih baik dana pengadaan bendera digunakan membantu meringankan beban warga.
“Tolong jangan terlalu banyak benderanya. Kalau jalanannya kecil, kan di jadi penuh penuh bendera. Cukup 2-3 (bendera) saja, sisanya untuk membantu warga,” ujar SBY di Caringin, Bogor, Senin (29/10/2007).
Bantuan tersebut sebaiknya diwujudkan dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang sedang tertimpa musibah. Bisa juga menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan, pendidikan atau ketahanan pangan yang ditujukan bagi warga sekitar lokasi acara.
“Bantu ketahanan energi, ini harga minyak mengggila,” sambung presiden.
(lh/nrl)
Tito Pranolo Divonis 4 Th Penjara 2007-10-29 03:11:44 Jakarta - Terdakwa kasus korupsi proyek impor sapi potong Australia Bulog, Tito Pranolo, divonis 4 tahun penjara. Vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa 7 tahun penjara.
Hakim yang diketuai Wahjono dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (29/10/2007) menyatakan, Tito tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dalam dakwaan primer dan membebaskannya dari dakwaan ini.
Namun dia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang dilakukan bersama-sama, seperti dalam dakwaan subsider, pasal 3 UU 31/1999 tentang tindak pidana korupsi.
“Menjatuhkan pidana 4 tahun penjara, denda Rp 50 juta, subsider 4 bulan kurungan dan dikurangi masa tahanan,” tegas Wahjono.
Dalam putusan itu juga disebutkan, barang bukti nomor 1-9 dikembalikan ke JPU untuk dijadikan barang bukti perkara lainnya.
Soal putusan itu, usai sidang Tito menyatakan banding karena dia merasa tidak melakukan korupsi.
&ldquo
2 Kakek Bertarung Jadi Capres AS 2007-10-29 03:11:40 Washington - Usia tua bukan menjadi halangan. Dua kakek eksentrik dengan gagah berani maju ke pencalonan presiden AS. Penasaran bagaimana caranya kedua kakek itu berkampanye?
Seperti dilansir AFP, Senin (29/10/2007), Kedua kakek itu adalah Mike Gravel (77) dari Partai Demokrat dan Ron Paul (72) dari Partai Republik.
Simak saja dulu kiprah Gravel. Dia merupakan mantan senator dari Alaska 30 tahun lalu. Koceknya cekak. Cuma punya US$ 240 ribu untuk kampanye. Bandingkan dengan rivalnya di Demokrat, Hillary Clinton, yang berhasil mengumpulkan dana US$ 90 juta.
Gravel cuma beroleh kurang dari 1 persen dukungan dalam polling. Posisinya paling buncit. Tapi nyali Gravel tidak ciut.
Bahkan dalam kampanyenya, dia mengecam Hillary karena mendukung resolusi yang menyatakan Garda Revolusioner Iran sebagai kelompok teroris. “Saya malu terhadap kamu, Hillary,” ujarnya.
Namun ide-idenya cukup aneh. Misalnya saja, dia mendukung legalisasi ganja dan pemasangan 5 juta kincir angin sebagai pem
Dephan Undang Komisi I DPR Bahas Calo Alutsista 2007-10-29 03:11:37 Jakarta - Departemen Pertahanan (Dephan) mengundang Komisi I DPR dalam pertemuan informal. Agenda yang dibahas, calo pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang pada akhirnya membebani anggaran.
“Memang nanti ada rapat konsultasi informal, antara Menhan dengan Ketua Komisi I DPR. Pertemuan itu dimulai pukul 17.00 WIB,” kata Kepala Biro Humas Dephan Brigjen Edy Butarbutar kepada wartawan di Dephan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2007).
Edy membenarkan bahwa pertemuan tersebut membahas soal isu percaloan yang membuat hubungan kedua lembaga memanas. “Saya kira begitu. Nggak jauh beda dengan yang di koran-koran,” imbuh Edy.
Pihak Dephan, lanjut Edy, kemungkinan tidak akan menyampaikan data-data soal isu tersebut. Dalam pertemuan yang akan digelar di Dephan, diperkirakan anggota Komisi I DPR yang akan hadir sekitar 10 orang. Mereka ini dari kelompok kerja Pertahanan Komisi I.
Undangan untuk pertemuan konsultasi informal itu sendiri
Tanpa Ki Gendeng, Sidang Syaukani Tetap Berbau Kemenyan 2007-10-29 03:11:34 Jakarta - Paranormal Ki Gendeng Pamungkas menyatakan tak lagi mendukung Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Syaukani HR sehingga tak pernah nongol lagi di Pengadilan Korupsi. Meski begitu, sidang Syaukani yang berlangsung hari ini tetap saja beraroma mistis.
Begitu memasuki ruang sidang di lantai 1 Gedung Uppindo, bau kemenyan langsung hadir. Aroma itu begitu santer, sehingga membuat seorang wartawati sebuah koran nasional mengeluh.
“Bau kemenyan banget nih,” kata wartawati itu ketika memasuki ruangan pengadilan bupati dari kabupaten terkaya di Indonesia itu, di gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (29/10/2007). Wartawati itu pun mual-mual.
Biasanya yang terlihat membakar kemenyan atau dupa hanyalah Ki Gendeng, namun kali ini sang paranormal yang mengaku beraliran voodoo itu tak ada dalam ruangan. Seseorang pengunjung sidang kemudian menunjuk ke arah pengeras suara sidang.
Ternyata di sana ada batangan dupa berwarna hitam tergeletak. Dupa itu yang biasa juga dig
Soetoyo Tersenyum Lebar Kembali Masuki Ruang Kerjanya 2007-10-29 03:11:28 Jakarta - Senyum lebar menghiasi wajah Soetoyo saat membuka pintu ruang kerjanya. Tak ada lagi kertas bertuliskan “Ruangan ini disegel” menempel di pintunya.
Soetoyo yang telah diberhentikan dari jabatan Sekjen Komnas HAM, kembali aktif bertugas dan dapat menempati ruangannya yang sebelumnya disegel.
Usai menggelar jumpa pers di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta, Senin (29/10/2007), Soetoyo melangkah ke ruang kerjanya di lantai dasar dengan diantar jubir Komnas HAM Hesti Armiwulan.
Pria berkemeja lengan panjang biru muda dan berdasi itu dengan wajah ceria senantiasa menebar senyum dan tertawa lebar saat berjalan menuju ruang kerjanya.
“Wah, ini masih gelap, tolong dinyalain lampunya,” ujar Soetoyo ke stafnya ketika membuka ruang kerjanya.
Dia kemudian mengutak-atik remote AC untuk mengoperasional mesin pendingin ruangan.
Beberapa staf lalu membawa tumpukan berkas kerja dan map ke dalam ruangan. “Wah, kan ini pekerjaan sudah menunggu,” serunya giran Read more:Kembali
Dicekoki Game, Nilai Murid Malah Meningkat 2007-10-29 03:11:21 Anak-anak bermain Nintendo DS (preetamrai)
Skotlandia - Bermain video game tak selalu membuat performa anak-anak di sekolah menurun. Setidaknya itulah yang ingin dibuktikan sebuah sekolah dengan membuat penelitian dampak game terhadap nilai para murid mereka.
Riset ini dilakukan sekolah St Columba’s Primary di Dundee, Skotlandia dengan membagi dua kelompok siswa yang terdiri dari murid kelas 5 dan 6 sekolah dasar. Satu kelompok ‘dicekoki’ game dari Nintendo DS selama 20 menit sebelum mengikuti pelajaran, dan kelompok satu lagi tidak.
Sepuluh minggu kemudian, kedua kelompok murid itu diberikan sebuah tes Matematika untuk melihat perkembangan riset ini. Hasilnya pun sungguh di luar dugaan. Pasalnya, anak-anak yang ‘dicekoki’ game mendapat nilai pelajaran yang lebih baik ketimbang kelompok murid yang satunya.
Nilai
yang mereka dapat pun meningkat dari hasil tes sebelumnya, dengan kenaikan rata-rata 10 persen per anak. Selain itu, waktu pengerjaan soal-soal
E-mail Dibajak, Profesor ITB Terdampar di Nigeria 2007-10-29 03:11:15 ilustrasi (sxc.hu)
Jakarta - Seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terjebak aksi pembajakan e-mail di internet. Akibatnya, ia dikabarkan ‘terdampar’ di Nigeria
.
Terdamparnya Profesor Bambang Hidayat, ahli astronomi ITB, tidak sungguh-sungguh terjadi. Hal itu merupakan aksi tipu-tipu yang digelar pihak tak bertanggungjawab yang membajak e-mailnya.
‘Bambang Hidayat’ palsu itu mengaku sedang mengikuti program “Empowering Youth to Fight Racism, HIV/AIDS, Poverty and Lack of Education’ di Afrika. Soalnya,.. duit dan dokumen perjalanan yang dibawanya lenyap terbawa dalam taksi. “Saya kehabisan uang dan harus bayar hotel. Kalau tidak, saya akan diusir dan barang-barang saya akan ditahan manajemen hotel,” keluhnya.
Lucunya, semua cerita dan keluh kesah itu ditulis dalam bahasa Inggris. “Karena manajemen hotel mengawasi semua komunikasi yang saya lakukan,” begitu alasan ‘Bambang Hidayat’.
Singkat cerita
Ayah Sherina Dengar Gosip Fariz RM Pemakai 2007-10-29 03:11:11
Fariz R.M (Dok. Kapanlagi)
Jakarta, Fariz RM tertangkap basah menyimpan 1,5 linting ganja di dalam bungkus rokoknya. Setelah dilakukan tes urine pun, ia terbukti menggunakan
psikotropika. Kabar Fariz telah menggunakan narkotika dan psikotropika sejak lama pun kembali mencuat.
Terlebih ia sempat ‘tiarap’ dari dunia musik Indonesia selama kurang lebih 10 tahun. Selama 10 tahun menghilang dari blantika musik, pelantun lagu ‘Barcelona’ itu diduga menjalani penyembuhan dari ketergantungannya terhadap barang-barang haram itu.
Namun Triawan Munaf, sepupu Fariz, yang juga ayah Sherina, tak tahu banyak kalau Fariz menggunakan narkotika dan psikotropika sejak lama. Triawan hanya mendengar dari orang-orang yang bercerita.
“Yah saya tahunya dia pemakai juga dari orang-orang, abisnya saya juga jauh sama dia, paling Lebaran aja kita ketemu,” ujarnya, saat dihubungi detikhot melalui telepon genggamnya, Senin (29/10/2007).
Triawan hingga kini belum akan
Taufik Tumbang, Ganda Putra Tanpa Harapan 2007-11-02 13:10:46
AFP/File/Toshifumi Kitamura
Jakarta - Harapan Indonesia meraih gelar di turnamen Prancis Super Series terancam sirna. Soalnya satu demi satu wakil ‘Merah Putih’ bertumbangan.
Taufik Hidayat menyusul langkah Nova Widiyanto/Lyliana Natsir gagal melaju ke semifinal usai ditaklukkan Lin Dan dua set langsung 21-14 22-20. Dengan demikian tak ada lagi wakil Indonesia di tunggal putra setelah Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro juga tersingkir di babak awal.
Khusus untuk Lin Dan, unggulan pertama asal Cina ini bisa dibilang sebagai ‘pembunuh’ atlet Indonesia. Sebelum mempermalukan taufik, Lin Dan juga sukses menggulung Sony di babak pertama.
Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto juga merasakan pengalaman yang sama. Unggulan ketujuh ini kalah 18 21 21-18 21-16 dari Fu Haifeng/Cai Yun, unggulan kedua asal Cina.
Setali tiga uang, Markis Kido/Hendra Setiawan juga tak bisa lagi diharapkan di turnamen ini. Choong Tan Fook/ Lee Wan Wah menjadi penakluk unggulan ketiga ini deng
Alonso: Semua Berjalan Tak Semestinya 2007-11-02 13:10:42
AFP/File/Evaristo Sa
Madrid - Fernando Alonso
blak-blakan mengenai alasannya hengkang dari McLaren. Ia menilai semua ekspektasinya di tim tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Yang dimaksud ekspektasi oleh Alonso adalah keadilan kepada pembalap, baik dalam hal perlakuan dan kesempatan untuk menjadi juara. Alhasil kondisi tersebut memunculkan aroma konflik yang harusnya tidak berada di sebuah tim.
“Sejak saya kecil, saya selalu memimpikan bisa membalap untuk McLaren, tapi terkadang dalam hidup semuanya tidak bekerja sebagaimana mestinya,” ungkap Alonso seperti dikutip Autosport.
“Saya tetap percaya McLaren adalah tim hebat. Ya, kami sempat mengalami masa naik turun, yang membuat cobaan ekstra bagi kami, dan bukan rahasia lagi bahwa saya tidak pernah merasa berada di rumah sendiri,” lanjutnya.
Apapun alasannya, kini Alonso tak lagi menjadi bagian dari McLaren. Namun demikian bukan berarti pembalap Spanyol ini mengutuk tim yang bermarkas di Woking, Inggris i
1,5 Jam Berlalu, Api di Kedung Panjang Masih Berkobar 2007-11-02 13:10:39 Jakarta - Api yang membakar pemukiman padat penduduk di Jalan Kedung Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara masih berkobar. Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api dengan bantuan 20 unit mobil pemadam.
“Kita masih bekerja. Api masih cukup besar,” kata Slamet saat dihubungi detikcom Jumat (2/11/2007).
Menurut Slamet, hingga kini, jumlah rumah yang terbakar belum dapat diketahui. Begitupun besarnya kerugian belum bisa ditaksir.
“Yang jelas kebakaran di lingkungan padat penduduk,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, listrik di sekitar lokasi dimatikan. Api mulai berkobar pukul 22.25 WIB. Belum ada laporan adanya korban jiwa akibat musibah tersebut.
(ken/ken) Read more:Masih
Sistem Gardu Induk PLN Terganggu, kawasan Fatmawati Mati Lampu 2007-11-02 13:10:36 Jakarta - Listrik di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan padam sejak pukul 23.00 WIB. Hingga pukul 23.45 WIB, listrik belum juga menyala.
Menurut salah satu petugas PLN Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Yunus, listrik padam karena ada gangguan di gardu induk CSW yang berada di Jalan Sisingamangaraja.
“Ada gangguan sistem. Sekarang sedang diperbaiki. Sebentar lagi bisa menyala,” kata Yunus kepada detikcom, Jumat (2/11/2007).
Pantauan detikcom, listrik di Jalan Fatmawati padam baik lampu jalan maupun lampu pengatur lalu lintas. Akibatnya, lalu lalu lintas di perempatan sedikit terganggu karena tidak ada lampu pengatur.
(ken/ken)
40 Kasus Illegal Logging di Riau Tahap P19 2007-11-02 13:10:34 Jakarta - Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan, saat ini ada 40 kasus perkara illegal logging di Riau yang sudah masuk P19, yaitu tahap konsultasi antara penyidik Polri dengan Jaksa. Saat ini pihak kepolisian juga tengah meminta izin untuk meminta keterangan Gubernur Riau sebagai saksi.
“Kalau untuk kasus di Riau ada puluhan, 40-an. Sekarang baru tahap P19, yaitu tahap konsultasi antara penyidik polri dengan jaksa,” kata Hendarman Supandji usai rapat Timnas Pemberantasan Illegal Logging di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (2/11/2007).
Hendarman membantah bila dalam penanganan kasus illegal logging ada pelaku yang dibebaskan. Sebab, saat ini masih dalam pemberkasan di tangan kepolisian dan belum sampai kepenuntutan.
“Jadi masih di kepolisian untuk diselesaikan, belum P21, jadi masih P19,” tandas Hendarman.
Ketika ditanya mengenai status Gubernur Riau dalam kasus illegal logging di wilayahnya, Hendarman mengaku, belum tahu.
Kapolri: Mereka Harus Tobat 2007-11-02 13:10:31 Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Sutanto berharap para pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiah untuk bertobat dan kembali kepada jalur yang benar. Untuk itu, pihaknya tidak akan menangkap pengikut aliran tersebut, kecuali tokohnya.
“Yang penting tokohnya saja, kalau pengikutnya kan korban saja. Yang penting, mereka tobat dan kembali ke jalan yang benar,” kata Sutanto.
Hal itu disampaikan Sutanto saat ditanya mengenai perkembangan penanganan kasus Al Qiyadah Al Islamiah usai rapat Tim Nasional Pemberantasan Illegal Logging di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (2/11/2007).
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) Letjen Purn Syamsir Siregar bahwa langkah selanjutnya saat ini terhadap kasus ini melakukan pembinaan. Terutama agar para pengikut Al Qiyadah sadar dan mau bertobat.
Ketika ditanya soal jumlah pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah yang dikatakan pimpinannya mencapai 41.000 orang. Justru menurut Syamsir perkiraan
Jampidum Percaya Sepenuhnya pada Bagir Manan 2007-11-02 13:10:23 Jakarta - Netralitas ketua majelis dalam sidang peninjauan kembali (PK) kasus Munir, Bagir Manan diragukan sejumlah kalangan. Namun Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga percaya sepenuhnya pada Bagir yang disebut-sebut sebagai ‘orang kita’ dalam rekaman percakapan antara Indra Setiawan dengan Pollycarpus.
“Kita serahkan saja pada beliau. Kita percayakan sepenuhnya,” kata Ritonga di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2007).
Terkait bukti baru yang diserahkan penyidik di luar persidangan permohonan PK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ritonga menyatakan hal itu sah-sah saja.
“Semua bisa. Tapi nggak usahlah kita cerita lagi, nanti panjang lagi. Kita sama-sama warga negara Indonesia yang berkepentingan atas penegakan hukum di negara ini. Mari kita berikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan dengan baik,” imbaunya.
Dia mengakui, ada bukti baru yang diajukan tim penyidik berupa kesaksian 2 o
Jampidum Akui Ada Permainan Hukum yang Hambat Eksekusi Terpidana Mati 2007-11-02 12:10:24 Jakarta - Pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati seringkali terulur karena alasan PK atau grasi. Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Abdul Hakim Ritonga menyebut hal itu sebagai suatu permainan hukum.
“Itulah permainan hukumnya. Sebentar-sebentar grasi, sebentar-sebentar PK,” ujar Ritonga di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2007).
Padahal, lanjut dia, ketentuan pasal 286 ayat 3 KUHAP menjelaskan PK hanya dapat diajukan sekali saja. Namun, dalam prakteknya, banyak pula yang mengajukan PK berkali-kali.
“Ada yang dua kali, ada yang 3 kali. Tapi ada yang diterima juga. Lha kalau diterima pengadilan, bagaimana pun tetap kita tunggu,” keluh Ritonga.
Menurut Ritonga, ketentuan undang-undang memang tidak membatasi terpidana mati untuk mengajukan grasi. ” Tidak ada (batasnya). Malah boleh berkali-kali setelah lewat 2 tahun. Jadi masalahnya masalah hukum,” jelas dia.
Ritonga juga menyikapi putusan MK atas uji materi
Puluhan Orang Kena Tipu Perusahaan Investasi 2007-11-02 12:10:17 Jakarta - Puluhan orang menjadi korban penipuan sebuah perusahaan berkedok investasi investasi. Kerugiannya mencapai puluhan miliar rupiah.
“Informasi perusahaan itu didapat dari iklan koran dan internet,” kata salah satu korban, Dedy Tri Cahyo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subrot, Jumat (2/11/2007).
Awalnya, Dedy melihat iklan pekerjaan di kantor PT GF, karena tertarik, dia kemudian melamar pekerjaan di sana. Surat lamaran tersebut dikirimnya pada bulan Juli 2007 lalu.
Saat hendak gajian, pimpinan perusahaan itu menawarkannya investasi yang akan menghasilkan gaji yang lebih besar lagi. Dedy pun tergiur lalu menanamkan uangnya sekitar Rp 100 juta.
“Saya pernah dapat gaji Rp 6 juta. Namun, perusahaan menawarkan agar uang tersebut dimasukkan lagi untuk menambah saldo investasinya,” ujar Dedy.
Setelah dua bulan, jangankan mendapatkan penghasilan besar, uang gaji pun tak kunjung turun.
Kemudian Dedy dengan pekerja lainnya sadar kalau mereka dit Read more:Orang
Flandy/Vita Melenggang, Nova/Lyliana Terjengkang 2007-11-02 11:10:30
AFP/File/Brian Stewart
Paris - Pasangan ganda campuran Flandy Limpele/Vita Marissa melaju ke semifinal turnamen Prancis Super Series. Sayangnya duo Nova Widianto/Lyliana Natsir gagal menyusul.
Nova/Lyliana takluk dari Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl 22-20 21-17, Jumat (2/11/2007) di stadion Pierre de Coubertin. Berikutnya unggulan keenam asal Denmark ini akan menghadapi pasangan Indonesia lainnya Flandy/Vita.
Pasangan yang menjadi unggulan keempat di turnamen yang digelar di Paris ini menang dari pasangan Korea Selatan Lee Jae Jin/Hwang Yu Mi dalam duel tiga set 21-16 21-23 21-11.
Kontestan lain yang sudah lolos ke babak empat besar adalah pasangan Cina Xie Zhongbo/Zhang Yawen, usai menundukkan Nathan Robertson/Gail Emms 21-12 19-21 21-19.
Untuk pertai berikutnya unggulan ketiga ini diperkirakan menghadapi pasangan ganda terkuat dunia saat ini, Zheng Bo/Gao Ling. Jika memang demikian, sudah bisa dipastikan bahwa satu tiket ke final menjadi milik wakil Cina.
Di nomor lain, e
MUI Pekanbaru Nilai Aliran Al Haq Sesat 2007-11-07 00:11:23 Pekanbaru - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru menyatakan aliran Al Haq sesat dan menyimpang dari ajaran Islam. MUI juga minta aparat kepolisian segera menangkap pimpinan dan anggota aliran ini.
“Fatwa MUI soal aliran Al Haq yang sesat itu sudah kita sampaikan ke Walikota Pekanbaru. Dengan harapan atas dasar fatwa ini walikota serta aparat kepolisian dapat menindak lanjutinya,” kata Ketua MUI Pekanbaru, Ilyas Husti saat dihubungi detikcom, Rabu (7/11/2007) di Pekanbaru.
Ilyas menjelaskan, hasil fatwa itu tertuang dalam surat bernomor 20 Tahun 1428 Hijirah/2007 M. Fatwa diputuskan lewat Mudzakarah Komisi Fatwa MUI Pekanbaru pada 24 Syawal 1428 H, atau 5 Nopember 2007. Fatwa yang dikeluarkan ini merupakan penelitian terhadap doktrin Al Haq dari tiga jenis buku panduan yang berhasil disita.
Fatwa MUI menyebut, aliran Al Haq tidak sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana dipahami ulama Salahfusshaleh (mayoritas ulama). Dalam doktrin Al Haq kepada pengikutnya den Read more:Nilai
Pembaiatan Geng Motor Bandung Hanya Pendidikan Dasar 2007-11-07 00:11:20 Bandung - Menjadi anggota geng motor tidak hanya harus mahir mengendarai sepeda motor. Calon anggota juga wajib tunduk pada aturan geng, salah satunya mengikuti pendidikan dasar di alam terbuka.
Sebut saja Rio (32). Dia pentolan geng motor Brigez atau Brigade Seven. Rio bergabung saat duduk di bangku kelas 1 SMA, tahun 1989.
“Kami ini keluarga besar, tidak ada istilah mantan anggota. Saya hanya sudah tidak aktif lagi, tapi bukan keluar. Sampai kapan pun kami adalah keluarga besar,” ujar Rio saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/11/2007).
Soal video pembaiatan geng motor Brigez yang dilansir kepolisian, menurut Rio, itu adalah bagian dari tradisi penerimaan anggota baru. Setiap calon harus mengikuti pendidikan dasar di alam terbuka.
“Itu untuk pembentukan mental. Karena sebagai seorang anggota geng atau pembalap, mahir naik motor saja tidak cukup. Harus punya fisik dan mental yang kuat,” ujarnya.
Namun Rio membantah jika pada kegiatan pendidikan dasar itu pen Read more:Motor
, Bandung
Ketua DPR: Istilah Komponen Cadangan Kayak Spare Part Saja 2007-11-07 00:11:17 Jakarta - Istilah RUU Komponen Cadangan yang sedang digodok Departemen Pertahanan dinilai tidak tepat. Apalagi RUU ini menyangkut manusia.
“Meskipun istilah, komponen cadangan ini agaknya kurang tepat. Kalau bisa carilah padanan kata lain. Ini kan menyangkut manusia. Komponen cadangan kayak spare part,” komentar Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/11/2007).
Salah satu isi RUU Komponen Cadangan adalah mengenai wajib militer bagi warga negara berusia di atas 18 tahun. Menurut Agung, soal wamil ini sebaiknya bersifat imbauan, bukan kewajiban.
“Menurut hemat saya lebih baik arahnya ke sana, imbauan. Tapi tentu semuanya itu harus ada sandaran hukumnya terutama UUD 1945,” ujarnya.
Agung menjelaskan, jika wamil yang dimaksud pemerintah adalah kaharusan, akan berisiko ada yang harus ditanggung negara berupa persiapan anggaran dan sistem.
“Tapi kalau bersifat imbauan, itu bisa dilakukan oleh institusi masing-masing. Yang bisa melakukan Read more:Spare
Ibu-ibu Berpayung Tagih SBY Bayar Ganti Rugi Tol Ulujami 2007-11-07 00:11:14 Jakarta - Warga Ulujami muak dengan janji-janji pembayaran ganti rugi lahan tol Ulujami. Presiden SBY pun diminta turun tangan menyentil Departemen Pekerjaan Umum(DPU) untuk membayarnya.
20 Ibu-ibu berpayung ria tampak duduk-duduk lesehan di Km 21 Tol Ulujami, Jakarta, Rabu (7/11/2007).
“Pak SBY, tolong dibayar. Kami sudah lelah menunggu. Presiden tolong bayar. Sudah 4 tahun tanah kami dipakai,” teriak para ibu.
Sementara para lelaki yang berdemo sibuk memasang plang bambu dan spanduk yang bertuliskan antara lain “Pak Presiden katanya bela rakyat, kenapa rakyat disengsarakan”, “PU-Jasa Marga tidak manusiawi, tanah rakyat tidak dibayar”, “Tarif tol naik membunuh rakyat. Tanah rakyat kok malah dirampas.”
Kuasa hukum warga tol Ulujami, Andi Rifai mengatakan, DPU bersedia membayar ganti rugi. Hal ini sesuai kesepakatan warga dan DPU yang dimediasi Kapolda pada bulan September 2007.
“Mohon Pak SBY menegur DPU untuk membayar. Warga akan m
Menhub dan Menkop Tambah Kaya, Harta Naik Dua Kali Lipat 2007-11-07 00:11:11 Jakarta - KPK mengumumkan harta kekayaan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Menteri Negara Koperasi/Usaha Kecil dan Menengah Suryadharma Ali. Harta kekayaan mereka naik hampir dua kali lipat.
Jusman melaporkan kekayaannya pada tanggal 30 Juni 2001 saat menjabat sebagai Dirut PT Dirgantara indonesia dan pada tanggal 6 Juli 2007 saat telah mejabat Menteri Perhubungan.
Pada 30 Juni 2001 Jusman melaporkan kekayaannya sebesar Rp 432.322.775 dan U$ 7.500 sedangkan pada laporan tanggal 6 Juli 2007 total kekayaannya mejadi Rp 948.197.719 dan U$ 43.587.
“Nilainya bertambah karena tanah dan bangunan di Bandung seluas 200 meter dan 51 meter persegi pada tanggal 30 Juni 2001 nilainya Rp 64.350.000, naik menjadi Rp 214.405.000 pada 6 Juli 2007,” kata Jusman di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Rabu (7/11/2007).
Selain itu, lanjut Jusman, naiknya giro kas juga mempengaruhi peningkatan hartanya. Pada 30 Juni 2001 nilai giro itu hanya Rp 67.622.775 kemudian nilainya naik
Agung Minta Surat Kaban Soal Adelin Diselidiki 2007-11-07 00:11:08 Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono mempertanyakan surat Menhut MS Kaban terkait kasus illegal logging Adelin Lis. Dia meminta kebenaran surat itu diselidiki.
“Apa betul seperti itu, karena itu tindakan salah. Itu intervensi namanya, tapi kalau ada suratnya tolong dicek,” kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/11/2007).
Dia mengatakan, dalam proses hukum yang sedang berjalan tidak satu pun pemerintah atau pejabat negara bisa mengintervensi.
Keterangan dari pejabat negara hanya bisa dibenarkan jika diminta pengadilan sebagai saksi.
“Pengadilan hanya bisa memberikan peluang pada tingkat saksi. Jadi tidak bisa dong tindakan itu dibenarkan, tidak boleh ada intervensi oleh siapa pun. Bahkan presiden atau ketua DPR. Karena itu tolong dicek dulu karena itu sudah melampaui kewenangannya,” cetus Agung.
Soal kabar keberadaan Adelin yang tidak diketahui, Agung terlihat kaget. Selama ini dia menduga Adelin sudah ditangkap. “Loh bukannya sudah ditangkap?&rdq
PT Buana Sakti Tanggapi Ukur Ulang Gedung Sampoerna 2007-11-07 00:11:05 Jakarta - Pada 5 November lalu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan ukur ulang terhadap lahan gedung eks Anggana Danamon yang kini menjadi gedung Sampoerna
Strategic Square, Jl Sudirman, Jakarta Selatan.
Pengukuran ulang itu dilakukan menyusul rebutan kepemilikan lahan seluas 9.327 meter2 itu.
PT Buana Sakti menyatakan, pihaknya adalah pemilik satu-satunya dari Tanah Buana Sakti, termasuk tanah seluas 9.327 m2 yang diukur ulang.
Berikut penjelasan PT Buana Sakti terkait hal tersebut kepada detikcom, Rabu (7/11/2007)
Sehubungan dengan pemberitaan dalam detikcom tanggal 5 November 2007 dengan judul ‘Tanah Eks Anggana Danamon di Jl Sudirman Diukur Ulang’, ‘Tanah Gedung Sampoerna Diukur Ulang, Karyawan Tetap Tenang’ dan ‘Proses Hukum Tanah Eks Anggana Danamon Makan Waktu Tahunan’, dengan ini PT Buana Sakti sebagai pemilik yang sah dan terdaftar dari tanah seluas 9.327 m2, yang merupakan bagian dari tanah seluas 21.928 m2, sertipikat Hak Guna Bangu
Internet, Juru Selamat TV Swasta Pakistan 2007-11-07 00:11:00 Pidato Musharraf (AFP)
Karachi - Internet
ternyata menjadi semacam juru selamat bagi televisi swasta di Pakistan
untuk tetap bisa menjangkau pemirsa setianya. Pasalnya, siaran televisi swasta diblok oleh pemerintah sejak keadaan darurat diberlakukan di negara itu.
Pemerintah memutus jaringan kabel siaran televisi swasta hanya beberapa saat sebelum Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengumumkan keadaan darurat akibat situasi negara yang tak menentu. Masyarakat Pakistan pun kehilangan siaran televisi swasta dan hanya mendapat siaran yang ‘baik-baik’ dari televisi pemerintah.
Karena itu, stasiun televisi swasta ini beralih ke streaming Internet dan penyiaran melalui satelit. Hal ini dilakukan agar para pemirsa yang haus tentang perkembangan informasi terkini situasi Pakistan bisa mendapatkan berita.
“Berita telah menjadi semacam barang selundupan di Pakistan saat ini dan dijual di ‘pasar gelap,” ungkap Imran Aslam, presiden Geo Television, saluran televis
Urusan Pembajakan, Serbia dan Indonesia Senasib 2007-11-07 00:10:58 Pembeli Software Bajakan (AFP)
Belgrade - Masalah pembajakan software telah jadi fenomena di banyak negara. Di Indonesia
, menurut data terakhir yang dikeluarkan Business Software Alliance (BSA), tingkat pembajakan software mencapai angka 85 persen.
Ternyata, presentase tersebut tak beda jauh dengan data di negeri Serbia
. Pembajakan software memang juga merajalela di negeri tersebut. Menurut BSA, lebih dari dua pertiga atau 78 persen program komputer yang dijual di pasaran setempat merupakan barang ilegal.
“Software ilegal mencapai presentase 78 persen dari semua sofware yang dijual di pasar Serbia. Hal ini mengakibatkan Serbia menjadi salah satu negara dengan tingkat pembajakan tertinggi di Eropa Timur,” tandas Dragomir Kojic dari BSA seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (7/11/2007).
Sementara, penyelidikan bernama “Secret Buyer” yang diluncurkan BSA bersama beberapa pihak yang berkepentingan seperti Microsoft, Adobe dan AutoDesk menemukan satu dari lima k
Bantu Selamatkan Bumi dengan Matikan Komputer 2007-11-07 00:10:55 Jakarta - Pakailah komputer seperlunya demi menghemat energi. Mungkin pernyataan ini terdengar usang, tapi sebenarnya hal tersebut benar adanya. Sebuah studi yang dilakukan Rakesh Kumar dan Lars Mieritz dari Gartner semakin menguatkan pernyataan di atas.
Awalnya para ahli berpikir upaya untuk mengurangi konsumsi energi berasal dari data center yang dianggap telah menyedot banyak energi. Namun, hasil penelitian tim Gartner belum lama ini mementahkan hal tersebut. Pasalnya menurut mereka, justru komputer lah yang menjadi biang keladi pemborosan energi.
Seperti dikutip detikINET dari Informationweek, Rabu (7/11/2007), dari berbagai piranti yang diuji, komputer menempati peringkat teratas penyumbang emisi karbon, mencapai 40 persen. Diikuti oleh data center sebesar 23 persen dan ketiga adalah sistem telekomunikasi jaringan tetap.
Sementara itu data mencengangkan diungkap oleh Kevin Klustner, CEO dari Verdiem (sebuah perusahaan monitoring dan managemen energi) yang menyatakan, konsumsi ene