Save info   Get password
Home Submit your blog Edit Account Rules RSS-Archive Contact
    • Suryani




      Free Download Rington Tukang Suap “Artalyta Suryani VS Kiemes Yahya”
      Belakangan ini Rington percakapan “suap menyuap” antara Artalyta Suryani dengan Kiemes Yahya menjadi tren dikalangan masyarakat Indonesia. Rintong ini dibuat dengan biaya yang SANGAT MAHAL abad ini.hehehe. . . . . . Konon anggaran yang dikeluarkan lebih dari 6 Miliyar cek…cek….mendingan biayanya buat Rakyat Miskin saja…iya ngga….? Kalau berminat untuk memiliki R

      Written by: budimeeong web blog


      Rekaman Percakapan Artalyta Suryani jadi Ringtone!
      Ini menunjukkan betapa bosoknya aparat penegak hukum di negara kita . Bermula dari hasil sadapan KPK atas percakapan telepon Artalyta Suryani berisi penyuapan terhadap Jaksa Urip dan dihentikannya kasus BLBI oleh Kejagung, rekaman antara Artalyta Suryani dan Kemas yang disadap pada tanggal 2 Maret 2008 ini akhirnya menjadi trend di kalangan masyarakat. Tadi pagi saya liat brita di Liputan [.

      Written by: koolsonic's home sweet home


      Artalyta Suryani Teken BAP
      24/04/2008 18:45 (Kasus Penyuapan) Artalyta Suryani, tersangka pelaku penyuapan terhadap jaksa Urip Tri Gunawan, akhirnya menandatangani berkas acara pemeriksaan alias BAP. Artalyta pun mengaku siap menghadapi meja hijau.

      Written by: poin of view


      Luh Ketut Suryani: Living on suicide watch
      An alarming leap in suicide numbers has led Balinese psychiatrist and spiritual healer, Professor Luh Ketut Suryani, to reexamine Bali's methods of delivering mental health services. She believes applying culturally sensitive methods alongside Western psychiatry could more rapidly infiltrate the Balinese psyche, hopefully resulting in lower suicide rates and more successful healing. Suryani says suicide rates in Bali almost tripled during 2004 and 2005, with people from all age groups and walks of life taking their own lives. Residents of the island's impoverished Karangasem and Buleleng regencies were the hardest hit in the trend. The dramatic spikes for those regencies on data charts graphically paint a worrying picture of the depression and hopelessness that has afflicted too many among the local population.

      Written by: Indosnesos


eXTReMe Tracker